Senin, 01 September 2014

Diawal dan Akhir Senja

Senja mulai memudar berganti malam penuh bintang
Di stasiun kota awal ku mulai cerita bersamamu
Kita berjalan.. Mencari jati diri
Bertahan dalam kabut cinta yang mulai turun perlahan
 Melewati malam yang begitu dingin dan menyambut pagi penuh suka cita

Kau dan aku
Dua insan yang tak mampu hidup tanpa semesta..
Kau dan aku, terus berjalan tanpa henti
Mencari kebahagiaan yang hakiki

Ada yang kau tinggalakan begitu dalam, ketika kumenatapmu dalam diam.
Menyelami perasaan yang mulai membuat jantungku kacau
Menikmati lautan rindu yang membelenggu
Aku mulai menyukai hari-hari bersamamu..

Terlalu dalam kau arungi relung sukmaku, hingga aku tak mampu mengendalikan hati dan pikiranku
Terlalu lama ku biarkan harapan itu menjelajahi aliran darahku, merasuk keseluruh tubuhku
hingga tiba senja di kota Semarang..
ku sadari semua harus terhenti

tanpa pernah kumiliki.

Berhenti

Aku, aku yang selama ini berkata tidak mungkin
Yang selama ini berkata takkan pernah
Dan setengah mati menolak perasaan ini
Kini lari dari kegelisahan yang muncul ketika kau ada dihadapanku

Ku lalui jalan setapak rinjani, dan aku tak pernah takut tersesat
Tapi kali ini aku begitu takut kehilangan arah
Aku tak ingin memandangmu lebih lama
karena semakin dalam kulihat sudut matamu, kurasakan separuh sadarku menghilang

berkali-kali ku berhenti
menghela nafas yang mulai menyesakkan dada
ku tatap sekelilingku
semua terlihat indah, sangat indah
tapi kali ini aku kembali berhenti..
berhenti menatap keindahan, yang ketika ku sadari hanya sebuah fatamorgana
keindahan… yang takkan pernah aku miliki